Minggu, 26 Mei 2013

Hamster

Jenis hamster ini adalah yang paling umum dengan kategori harga murah. Campbell termasuk hamster mini yang memiliki paling banyak variasi warna dan tipe bulu. Hamster dewasanya berukuran 9-12 cm. Karakter yang menonjol dari hamster ini adalah sifatnya yang lebih 'berani' dibanding hamster jenis lain. Untuk mengetahui apakah suatu hamster adalah hamster Campbell atau bukan, coba dekatkan tangan kita ke hamster tersebut. Kalau hamster tersebut mengambil posisi takut/defensif dan menggigit, maka dapat dipastikan hamster tersebut adalah hamster Campbell. Hamster Campbell seringkali menggigit pada orang baru walaupun bisa dijinakkan juga.

Kelebihan hamster Campbell adalah hamster ini memiliki banyak variasi warna dan tipe bulu sehingga Anda memiliki banyak pilihan. Hamster ini termasuk pandai untuk ukuran seekor hamster dan ada sedikit tantangan bagi Anda untuk menjinakkan hamster-hamster Campbell yang selama ini dikenal galak.

Kekurangan hamster Campbell adalah hamster ini termasuk jenis hamster yang (sangat) agresif. Tidak cocok bagi anak kecil ataupun bagi Anda yang tidak rela tangannya digigit
berikut adalah jenis-jenis Campbell:
 
1.

Campbel Normal merupakan nenek moyang dari smua jenis hamster campbel. Jenis campbel yg lain merupakan mutasi dari campbel normal dan hasil persilangan dari mutasi tersebut. Gen dari hamster normal bersifat dominan



2. Campbell panda

    Banyak yang salah mengerti tentang hamster jenis ini, mereka berpendapat bahwa hamster ini berasal dari jenis yang berbeda padahal hamster ini masih satu grup dengan campbell loh...^^b. Dari namanya saja kita sudah tahu seperti apa bentuk hamster ini (bukan berarti bentuk dan besarnya seperti panda loh -_-"). Warna pada hamster inilah yang mirip seperti panda,terdapat corak hitam dan putih pada tubuh mereka

3. Campbell Argente

Hamster yang satu ini memiliki kesamaan hingga 95% dengan saudara kembaranya argente red eye, hanya saja ada sedikit yang membedakan seperti : Bagian belakang tubuhnya berwarna krim dengan strip coklat dan memiliki garis lengkung orange. Bagian perut berwarna putih gading ada lapisan coklat gelap dibawah. Garis punggung berwarna coklat gelap, mata hitam dan memiliki daun telinga merah muda/pink.


4. Campbell Opal

Bagian bulu belakang berwarna abu-abu asap dengan strip biru, warna perut putih mati dan dibawahnya ada lapisan abu-abu yang lembut. Garis punggung berwarna abu-abu gelap. Mata hitam dan daun telinga juga berwarna sama yaitu abu-abu gelap

Rabu, 10 April 2013

Budidaya Ikan Cupang


Dalam pembahasan kali ini saya akan berbagi dalam cara membudidayakan ikan hias cupang.
Untuk membudiayakan ikan cupang hias sebenarnya tidak memerlukan lahan yang luas, cukup menyediakan areal sekitar 5 meter persegi atau juga lebih kecil juga bisa. Di Wilayah Jakarta Pusat budidaya ikan cupang ada yang dilakukan diatas dak rumah dan dipekarangan yang relatif sempit, dengan menggunakan wadah bekas ataupun kolam bak semen atau akuarium. Ikan ini relatif mudah dipelihara dan dibudidayakan, karena tidak memerlukan pakan khusus. Pakan ikan untuk benih biasanya digunakan pakan alami berupa kutu air atau daphnia sp. yang dapat ditemukan di selokan yang airnya tergenang. Untuk induk cupang digunakan pakan dari jentik-jentik nyamuk (cuk). Untuk pertumbuhan anak ikan bisa diberi kutu air dan diselingi dengan cacing rambut, akan lebih mempercepat pertumbuhan anak ikan.

Wadah Budidaya
Pada umumnya wadah pemeliharaannya adalah bak semen atau akuarium yang ukurannya tidak perlu besar yaitu cukup 1 x 2 m atau akuarium 100 x 40 x 50 cm, sedang wadah perkawinannya lebih kecil dari wadah pembesaran, yang bisa digunakan antara lain : baskom, akuarium kecil atau ember dapat dipakai untuk memijahkan ikan.

Ciri-ciri Indukan
Ciri-ciri khas yang dimiliki oleh ikan cupang hias jantan adalah selain warnanya yang indah, siripnya pun panjang dan menyerupai sisir serit, sehingga sering disebut cupang serit. Sedangkan ikan betina warnanya tidak menarik (kusam) dan bentuk siripnya lebih pendek dari ikan jantan.
Ciri ikan jantan untuk dipijahkan :
Umur ± 4 bulan
Bentuk badan dan siripnya panjang dan berwarna indah.
Gerakannya agresif dan lincah.
Kondisi badan sehat (tidak terjangkit penyakit).
 Sumber by : http://cupangkediri.blogspot.com

Senin, 01 April 2013

Tugas baru

wach tugas baru dari pak safiq kemarin agak aneh juga...masak suruh buat cerita setiap harinya, nanti kan jadi seperti curhat bersama di blog..hehehe ini aja dech untuk hari ini...

                                                                                                                             post by Billy


Jumat, 29 Maret 2013

Jenis jenis ikan hias aquarium


1. Ikan Mas Koko

Ikan ini sudah tidak asing lagi ditelingan kita, ikan mas koki memiliki banyak variant, seperti jenis Ranchu, mata balon, mutiara, dan lainnya. Bentuk ikan ini sangat unik dan menggemaskan, karena badanya yang relatif kecil, gemuk dan warnanya yang bervariasi. Oleh karena itu, ikan ini cocok untuk ikan hias, kalau mau dikonsumsi yang terserah anda, tapi apakah anda rela?



2. Ikan Koi
Jika anda pernah melihat dikolam-kolam ikan yang ada air mancurnya tuh, biasanya yang ada di dalam kolam itu adalah ikan ini, Ikan Koi. Ikan Koi ini memiliki ukuran tubuh yang besar, warnanya bervariasi dan menurut FengShui ikan ini dapat membawa keberuntungan. Ikan koi sendiri terdiri dari bermacam-macam varian sesuai warna sisiknya.






3. Ikan Komet
Ikan ini punya gerakan yang lincah, pada masa mudanya ekornya tidak terlalu lebar, namun setelah dewasa ekornya akan semakin lebar dan membuatnya terlihat gemulai dipandang.






4. Ikan Lemon
Ikan lemon memiliki warna jeruk lemon yang matang sesekali pada lemon dewasa pada ujung sirip atasnya terlihat warna hitam. Ikan lemon cenderung agresif meskipun bukan pemangsa, tidak dianjurkan dicampur dengan ikan koki dan teman2nya.




5. Ikan Guppy

Ikan ini ukuran tubuhnya cukup mungil dari kepala sampai pantat paling hanya 1,5 cm ditambah ekornya sekitar 1 cm, yang menarik dari guppy memang corak ekornya, tapi ada baiknya guppy hanya disatukan dengan jenis2 ikan yang kecil seperti molly atau cupang agar tidak jadi bulan2an ikan yang lebih besar


6. Ikan Sumatra
Sebenarnya, ketika masih anak-anak, ia sangat ramah dan rukun hidup berdampingan dengan ikan hias jelis lain. Menginjak usia dewasa, barulah watak aslinya muncul. Tingkah polahnya tidak lagi terbatas pada kegesitan mengitari akuarium, tapi juga mulai jahil. Ikan-ikan yang ada di dekatnya habis "dicolak-colek" dengan mulutnya. Kalau kurang puas, ia akan mengejarnya sampai dekat. Akibatnya memang fatal. Semua sirip ikan yang dipelihara bersamanya bisa rombeng. Terlebih ikan hias bersirip lebar dan bergerak lamban seperti koki, manvis, dan severum. Bila tidak segera diantisipasi, sirip "si korban" tidak saja robek-robek, melainkan bisa gundul kena pangkas mulut "si jahil".

7. Ikan Cupang(Betta)

Siapa yang tidak kenal ikan petarung ini? ikan cupang adalah ikan asli Indonesia, di alam bebas cupang juga ditemukan di Thailand. Ikan cupang biasanya dikategorikan jadi cupang petarung atau cupang hias, cupang hias dinilai dari bentuk sirip dan gradasi warna siripnya. Meskipun ikan ini biasa dijual terpisah, cupang justru berdamai jika dicampur dengan jenis ikan lain asal bukan yang jenis agresif.



8. Ikan Palmas

Palmas adalah ikan berkaki dan memiliki sirip atas seperti punggung stegosaurus, entah sebenernya palmas ini adalah keluarga ikan atau reptil belum jelas



9. Ikan Sepat Hias
Sepat hias memiliki berbagai varian, salah satunya dibawah ini adalah sepat hias lurik/sepat hias batik, dengan bentuk badan bergaris2 merah dan putih seperti corak batik






10. Ikan redfin albino
Redfin memiliki ciri" langsing dan bersirip serta berekor merah, untuk warna tubuhnya redfin biasa berwarna kelabu sementara yang albino berwarna putih kemerahan